Jumat, 19 Desember 2014

CARA MUDAH AGAR MENULIS JADI KEBIASAAN



Dua hari terakhir ini saya dilanda perasaan tidak enak. Hal itu dikarenakan dua hari sebelumnya saya membaca buku ‘mengikat makna sehari-hari’ tulisannya Pak Hernowo. Membaca buku ini mengingatkanku kembali beberapa  tahunku yang lalu, ketika saya termotivasi pertama kalinya untuk menjadi penulis. Ketika itu, saya membaca buku ‘mengikat makna untuk remaja’ dengan pengarang yang sama yaitu Pak Hernowo. Buku yang mengajak kita untuk menuliskan makna ‘Hikmah’ yang kita temukan dalam keseharian kita.

Sementara alasan dua hari berturut-turut saya dilanda perasaan tidak enak adalah karena saya sendiri tidak memulai untuk menuliskannya. Memang dua hari itu saya sedang sakit. 

Pertama kali ketika saya membaca buku itu adalah saya merasa terhenyak kaget, karena beliau mengajak pembacanya untuk menjadikan menulis menjadi sebuah pembiasaan dengan cara menulis apapun pengalaman bermakna anda dalam format diary atau buku harian. Beliau menganjurkan agar tidak terpaku dengan tetek bengek kaidah kepenulisan. Lalu beliau juga mengajak untuk menuliskannya dengan subjek orang pertama ‘saya atau aku’ hal ini agar tulisan yang ditulis lebih mengalir.

Sebenarnya menulis diary adalah hal yang sudah saya biasakan dari remaja, saya begitu menikmatinya, saya menuliskan dalam diary itu tentang mimpi-mimpi saya. Dua tahun saya konsisten untuk menulisannya. Hingga saya mengalami satu titik dimana saya tidak mau lagi untuk menulis tulisan dalam format diary. Mungkin karena sibuk dengan pekerjaan atau alasan lainnya. Saya malas untuk menuliskan keseharian melihat tulisan-tulisan saya kembali yang isinya hanyalah sekedar mimpi dalam kertas dan selebihnya adalah tulisan-tulisan galau. Membacanya kembali hanyalah membuat saya patah semangat dan membuat saya malu sendiri.

Namun, dalam buku itu pembaca malah diajak untuk menulis buku diary. Satu kegiatan yang saya hindari. Saya merasa diaryphobia. Saya pun mulai introspeksi diri. 

Beberapa hal  saya garis bawahi ‘berkesan’ dari buku itu adalah anda dapat menuliskan pengalaman galau anda lalu kemudian anda merobeknya atau membakarnya sebagai shockterapi rasa galau(Kata penulis, setelah anda membakar atau merobeknya anda akan merasakan terbebas dari rasa galau). Saya lalu tersenyum dalam hati mungkin saya belum membakar tulisan-tulisan galau saya, Hehe…(just kidding boy!)

Selanjutnya, hal yang terpenting dari hal diatas adalah penulis memberikan opsi lain dalam menulis tulisan berformat diary yaitu selain mengikat makna pengalaman sehari-hari, anda juga mengikat makna dari tiap buku-buku yang anda baca. Inilah yang cukup melegakan saya pribadi, karena memang saya hobi membaca. Saya bisa menjadikan bacaan saya inspiasi tulisan saya.

Memang sih menulis diary adalah tingkatan termudah dari menulis. Tapi itu bisa dijadikan langkah pertama untuk menulis jenis tulisan-tulisan lainnya, termasuk tulisan kasta atas yaitu tulisan ilmiah.
Apapun feel yang kamu rasakan ketika membaca tulisan bebas ini, saya ucapkan selamat menulis! Salam pena!


Jumat, 21 November 2014

Resume Buku How to Master Your Habits



Keahlian tidak hanya dipengaruhi oleh motivasi saja. Keahlian juga dipengaruhi oleh pembiasaan. Sebuah data menyatakan bahwa motivasi hanya berpengaruh 11%-35% keahlian, sisanya adalah pembiasaan. Kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan dengan cara membiasakan dan membentuk Habits pada diri kita. Cara berfikir, perasaan, dan juga aktivitas lainnya muncul dari pembiasaan. Sama dengan aktivitas positif, aktivitas negatif juga jika sering dilakukan secara berulang akan menjadi karakter dan sikap mental. Batas waktu minimal untuk membentuk suatu habits adalah 30 hari, tanpa tertinggal satu hari pun.

Keberuntungan bukanlah suatu kebetulan, namun keberuntungan adalah bagian dari habits. Langkah praktis membentuk habits baru. Yaitu: mulai dari hal yang terkecil, tentukan tempat dan waktu habits, dan berlatihlah terus.

Tingkatan lebih tinggi diatas habits adalah expert (ahli). Sebuah penelitian mengatkan bahwa untuk mencapai tingkatan ini, seseorang memerlukan latihan selama 10.000 jam. Dengan asumsi jika ia melakukan latihan selama 1 jam sehari, maka ia akan menjadi seorang ahli jika ia sudah berlatih selama 27 tahun 4 bulan.
Kurun habits tidak berjalan linier, tapi seperti pola fibonacci. Habits meniscayakan bahwa lompatan esok hari lebih jauh dari hari ini.  Jika anda sekarang hanya mampu berlatih 1 jam dalam sehari, maka tidak menutup kemungkinan karena sudah terbiasa, anda akan mampu berlatih selama 3 jam dalam sehari.

Dalam perjalanan waktu, otak manusia hanya mampu memperhatikan beberapa orang yang istimewa dan melupakan yang lain. Kita dituntut untuk menjadi satu diantara orang yang istimewa itu, agar bisa berkonstribusi maksimal dalam dakwah. Dalam dakwah kita diposisikan sebagai pemimpin dan contoh untuk umat. Bagaimana umat akan mengambil contoh dari anda jika mereka tidak mengenal dan mengetahui keahlian anda?
Keadaan diatas menuntut kita untuk tampil “berbeda” dengan yang lainnya, perbedaan yang signifikan. Anda harus menjadi master pada salah satu bidang. Syukur-syukur jika anda mampu menjadi master dalam banyak bidang.

Untuk membentuk sebuah kebiasaan, maka seseorang akan mengalami rasa sakit sebagai tebusan keberhasilan. No pain no gain.

Terkadang orang begitu pandai dalam hal menyusun rencana, namun mereka lebih pandai lagi dalam hal menunda rencana tersebut.

Penghargaan tidak akan datang kepada orang yang pandai membuat alasan. Sebaliknya, tidak akan ada yang didapatkan oleh mereka kecuali kegagalan yang lebih besar. Penghargaan akan datang kepada orang yang memiliki banyak alasan untuk gagal namun mereka tidak menghiraukannya, mereka menembus batas harapan manusia. @freewriter


Senin, 17 November 2014

Tidak Ada Ide Untuk Dituangkan



Saat ini mungkin anda ingin menulis, tapi tidak memiliki ide untuk ditulis. Banyak orang menyarankan termasuk saya, tulis saja apa adanya kalau anda memang sedang tidak ada ide untuk ditulis. Sebagaimana yang biasa saya lakukan. Jika saya tidak memiliki ide untuk menulis, maka saya menulis bahwa saya tidak memiliki ide. Lalu kemudian anda jelaskan kenapa anda tidak memiliki ide untuk menulis.
Padahal setiap waktu otak anda berpikir dan berkata-kata tanpa anda sadari. Jika anda mengalami kebuntuan dalam menulis, atau sedang krisis ide, jangan sekali-kali anda memilih untuk tidak menulis. Karena dengan tidak menulis artinya anda sedang membunuh pelan-pelan potensi menulis anda dan itu sangat berbahaya dalam jangka panjang. Sebenarnya menulis itu menuangkan ide yang ada dalam kepala. Yang jadi pertanyaan saya adalah apakah ketika anda tidak menulis kepala anda benar-benar kosong, malah ketika anda tidak menulis anda berpikir dalam otak anda aduh apa yang akan saya tulis, saya tidak punya ide, saya bla… bla… bla…
Pikiran-pikiran liar itulah yang jadi ide dasar anda untuk bahan tulisan. Ide tentang kenapa saya tidak memiliki ide untuk menulis yang dilanjutkan dengan alasan-alasannya. Dalam keseharian anda banyak sekali ide bergentayangan yang sebenarnya ingin ditangkap oleh anda. Namun kadang anda dengan angkuhnya berkata nantilah saya tuliskan. Pikiran itulah yang jadi awal petaka anda. Akibatnya, anda bisa lihat sendiri ketika anda berada didepan komputer atau saat anda memegang pena, anda hampa ide. Maka Solusinya, anda mulai merelakan hati untuk selalu membawa catatan kecil di saku anda beserta pena untuk menangkap ide-ide berkeliaran tersebut.
Atau karena alasan lainnya. Bisa jadi anda memiliki ide untuk anda tulis, namun anda tidak memiliki kepercayaan diri untuk menulisnya. Anda berkata dalam diri anda nanti ah saya menuliskannya, saya harus baca-baca kembali buku-buku yang menunjang dengan ide anda. Lalu kemudian anda memilih tidak menuliskannya saat itu. Saya katakan dengan tegas, bahwa pilihan anda itu adalah petaka yang tidak anda sadari. Ingatlah bahwa yang terpenting adalah praktek praktek praktek (praktek dan pengulangan). Seberapa sering anda menulis menjadi hal penentu kesuksesan anda sebagai penulis.
Saya tidak akan menulis sekarang karena saya tidak memiliki ide atau saya belum akan menuliskannya sekarang atau bahasa apapun itu, bahasa yang sejenis yang bernada anda mengelak untuk tidak menulis sebagai alasan pembenaran anda untuk tidak menulis. Ketahuilah hakekatnya saat itu ada sedang memotong urat-urat kreativitas anda.
Saran ini bukan saya peruntukan untuk anda saja tapi untuk saya juga. Mungkin sayalah yang paling butuh akan saran ini. Saat saya sedang menulis ini saya tidak memiliki ide untuk menulis. Terima kasih sudah membaca. @frewriter

Baca Buku cukup Sekali?




Bagi sebagian orang membaca adalah hal yang sangat menyenangkan. Meskipun tidak semua menyenangi membaca, membaca sangatlah penting. Bagi anda yang kurang menyukai membaca sebaiknya mulai membiasakan diri untuk senang membaca. Pepatah mengatakan bahwa membaca adalah jendala dunia sangatlah tepat. Dengan membaca wawasan anda akan bertambah luas. 

Pengalaman penulis sendiri membaca mampu membuat pikiran penulis  bertambah luas.
Dosen saya sendiri selalu menasehatkan agar senang membaca. Mungkin anda berpikir untuk apa saya membaca. Membaca tidak akan membuat saya kaya. Tapi ketahuilah banyak orang kaya yang berbagi ilmu kaya lewat tulisan, maka membacalah.

Saya termasuk orang yang sangat hobi untuk membaca. Dimanapun ada perpustakaan dekat dengan daerah saya, kemungkinan besar sudah saya kunjungi. Dan juga beberapa langkah besar dalam hidup saya, sedikit kurangnya terinspirasi dari buku yang saya baca.
jika anda termasuk orang yang punya kocek berlebih, maka hobi beli buku termasuk yang harus anda programkan. jika anda selesai membacanya anda bisa berbagi pinjam dengan yang belum baca. anda bisa membayangkan jika buku itu bermanfaat bagi teman anda, anda dapat memperoleh pahala dari buku yang anda pinjamkan. Namun jangan sampai gara-gara tidak sanggup membeli buku, anda mengubur hidup-hidup minat baca anda yang baru tumbuh. Membaca tidaklah selalu harus membeli buku. Anda bisa datang ke perpustakaan, daftar, lalu pinjam buku. Atau anda bisa meminjam buku kepada teman anda.

 Satu hal juga yang harus diperhatikan, bahwa membaca buku itu terkadang tidak cukup dengan membaca sekali, anda harus membaca buku beberapa kali agar pemahaman anda tidak keliru mengenai apa yang diinginkan penulis lewat buku tersebut. Apalagi jika anda sedang membuat resume sebuah buku, membaca sekali tidaklah cukup.

Hal yang menarik ketika anda selesai membaca buku yaitu menceritakan kembali isi buku tersebut kepada orang lain, baik dengan tulisan, Maupun secara lisan. Tidaklah terpuji jika anda pintar sendiri, anda menyimpan pengetahuan hanya untuk diri sendiri. Seseorang dikatakan berarti jika ia bisa memberi kebahagiaan kepada orang lain. Untuk menceritakan kembali, anda haruslah benar-benar menguasai apa yang anda ceritakan dan anda mampu mempertanggung jawabkannya. Maka, lagi-lagi saya mengatakan membaca satu buku, tidak cukup dengan sekali baca. Apalagi jika anda tertarik dengan buku tersebut. Hal, ini menghindari anda dari pemahaman setengah-setengah dari keseluruhan isi buku yang penulis maksudkan.

Hal ini penulis sampaikan, karena penulis pernah mengalami  kasus seperti diatas. Yaitu pemahaman penulis tidak menyeluruh tentang sebuah kasus dari sebuah buku yang penulis baca. Masih untung jika pemahaman anda baru setengahnya. Coba bayangkan bagaimana jika setelah membaca, anda malah memahami 180 derajat berbanding terbalik dengan maksud penulis. Ini yang repot. Maka tidaklah salah jika anda membaca untuk kedua kalinya, minimal. 

Yang terakhir, penulis menyarankan bacalah buku-buku yang bernilai dan berdampak positif bagi anda, keluarga anda dan kehidupan anda. @freewriter

Kamis, 13 November 2014

Resume Buku How To Master Your Habits



Pada tulisan ini saya tidak akan membuat resume secara menyeluruh tentang buku ini, karena saya baru membaca buku ini sebanyak dua kali. Untuk membuat resume sebuah karya ilmiah anda harus membacanya berkali-kali sampai anda faham maksud yang diinginkan penulis. Saya akan menuliskan beberapa poin yang saya anggap menarik untuk ditulis ketika pertama kali membaca buku ini.
Buku ini benar-benar menarik, karena belum selesai membacanya saya langsung bergejolak, isi bukunya benar-benar sampai kepada Pikiran pembacanya. Padahal saya belum sampai selesai membacanya, tapi saya langsung ingin menuliskan apa isi buku tersebut. Itulah yang saya maksud menarik.
Saya yakin ini bukan resume, namun sekilas beberapa hal yang menarik dari banyak hal yang menarik dari buku ini.Yaitu,
Deferensi, beliau menyebutnya. Penulis menasehatkan kita harus benar-benar memiliki satu keahlian yang membedakan kita dengan yang lainnya, satu perbedaan yang signifikan tentunya. Deferensi bukanlah dia membaca tiga ayat, dan anda membaca 5 ayat misalnya. Perbedaan tersebut tidaklah signifikan. Deferensi itu adalah anda hafal 30 juz, beserta tafsirnya.
Untuk membangun satu keahlian, anda harus menghadirkan sebuah kebiasaan yang anda lakukan secara rutin sehingga kebiasaan itu menjadi sikap mental dan keahlian anda. Kebiasaan yang dilahiran dari praktek dan dan pengulangan.
Para ahli mengatakan bahwa satu kebiasaan akan berubah menjadi keahlian jika anda melakukannya selama 10.000 jam.  Hitung-hitungannya, jika anda melakukan kebiasaan itu selama satu jam sehari berarti anda akan menjadi ahli dalang jangka waktu 10.000 hari yang artinya anda akan menjadi master dalam jangka 27,5 tahun. Lama? Itulah usaha yang harus anda tempuh. Maka tidak ada waktu untuk menunda, segera lakukan kebiasaan positif anda.
Agar kebiasaan itu tidak terputus, penulis mewanti-wanti terhadap bisikan-bisikan syetan yang tidak pernah menghendaki manusia hidup bahagia. Yang penulis simpulkan dengan kata-kata menarik berikut,
#Ah, nanti saja
#sekali ini saja (absen dari kebiasaan)
#mungkin ini terakhir kalinya(melakukan kebiasaan)
Banyak hal menarik dari buku ini, yang akan saya bagi di waktu yang lain, insyaalloh. Saya juga membaca buku ini, karena saya ingin mempelajari cara menulis beliau. Saya tertarik dengan buku-bukunya yang menggugah.
Sampai saat ini, saya berusaha membuat sebuah habit baru, yaitu saya akan menulis selepas shalat subuh. Atas anjuran pembimbing saya, dan Al-Hamdulillah buku ini juga sejalan dengan nasehat dari guru saya. Semoga ilmu mereka berkah. Amin